Supandi: DPC LPM Utara Siap Kawal Agenda Strategis DPP LPM
Soliditas Laskar Pemuda Melayu Menguat, Warisan Alm. Datok Panglima Besar Tetap Jadi Kompas Perjuangan
PontianakExpise.Com —Pontianak 8 Desember 2025 Kalimantan Barat Dinamika gerakan organisasi kepemudaan di Kalimantan Barat kembali memasuki fase penting. Setelah Hadi Firmansyah (Adhie Black) terpilih secara aklamasi memimpin DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM), dukungan dari tingkat daerah mengalir deras. Salah satu dukungan paling tegas datang dari Supandi, Ketua DPC LPM Pontianak Utara, yang memastikan bahwa jajarannya siap mengawal penuh setiap agenda strategis yang digagas DPP.
Komitmen ini bukan sekadar formalitas. Supandi menegaskan bahwa arah organisasi harus tetap berada dalam rel AD/ART, tata tertib, dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan alm. Datok Panglima Besar DPP LPM Kalbar —figur sentral yang selama ini menjadi simbol ketegasan, keberanian, dan kecintaan terhadap marwah Melayu.
> “Kami di Pontianak Utara tidak menunggu perintah untuk bergerak. Kami sudah siap. Agenda strategis DPP LPM adalah arah gerak kami. Organisasi ini harus kembali menjadi barisan yang solid, disiplin, dan bersuara lantang untuk kepentingan masyarakat Melayu,” tegas Supandi.
Soliditas Internal: Dari Pontianak Utara Menggema ke Seluruh Kalbar
Supandi menilai, penguatan DPP di bawah kepemimpinan baru harus dibarengi dengan konsolidasi daerah. Tanpa dukungan DPC, langkah besar DPP akan pincang. Karena itu, ia memastikan struktur di Pontianak Utara akan menjadi barisan depan dalam menjalankan program, menata disiplin organisasi, dan menjaga kohesi antaranggota.
> “Kami siap menjalankan instruksi pusat. Dan kami juga siap menjadi penyangga kekuatan organisasi jika ada pihak-pihak yang mencoba melemahkan LPM,” ujarnya.
Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa LPM laskar pemuda Melayu Kalbar harus kembali tampil sebagai civil society Melayu yang punya sikap terhadap isu sosial, ekonomi, dan ketimpangan di Kalimantan Barat.
Warisan Datok Panglima Besar: Spirit yang Tidak Boleh Padam
Dalam setiap momentum internal, nama alm. Datok Panglima Besar selalu disebut sebagai fondasi moral dan ideologis organisasi. Supandi menegaskan bahwa semangat beliau harus terus hidup di setiap tingkatan.
“Warisan beliau adalah keberanian, martabat, dan kehormatan Melayu. Itu tidak boleh hanya tinggal cerita. Itu harus dieksekusi dalam tindakan,” katanya.
Menurut Supandi, kepemimpinan baru DPP LPM memiliki peluang besar untuk mengembalikan identitas LPM sebagai organisasi yang tidak mudah dipatahkan oleh kepentingan mana pun.
LPM Bukan Sekadar Ormas – Ini Gerakan Marwah Melayu
Supandi kembali mengingatkan bahwa LPM tidak boleh terjebak dalam dinamika politik sesaat atau pola organisasi yang mandek. Ia menekankan pentingnya:
Disiplin struktural dari DPP hingga DPC
Konsolidasi kader
Penguatan basis sosial
Kehadiran nyata di tengah persoalan publik
Respons cepat terhadap isu-isu yang menyentuh masyarakat Melayu
“LPM harus hadir. Kalau tidak hadir, kita hanya tinggal nama. Tidak boleh begitu. Kita ini laskar, bukan penonton,” tegasnya.
DPC LPM Utara: Siap Bergerak, Siap Mengawal
Di akhir penyampaiannya, Supandi menyatakan bahwa Pontianak Utara akan menjadi lokomotif penggerak yang memastikan langkah strategis DPP berjalan efektif dan terukur.
> “Seluruh jajaran kami kompak. Instruksi pusat adalah prioritas. Kami siap jalankan organisasi, siap jaga marwah Melayu, siap berdiri paling depan jika diperlukan.”
Dengan dukungan solid dari daerah seperti ini, LPM Kalimantan Barat memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan baru—lebih disiplin, lebih terstruktur, dan lebih berani menghadapi tantangan yang menanti.
Tim : redaksi







